Asghar Saleh
Penulis & Pemerhati Sejarah | Abnaul Khairaat
Guru Tua
Foto lelaki bersorban dengan kacamata yang membingkai wajahnya yang teduh itu jamak ditemukan di rumah warga. Di bawah foto itu ada keterangan dalam bahasa Arab...
Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, yang akrab disapa dengan penuh ta’zhim sebagai Guru Tua, adalah ulama besar, sastrawan, dan pejuang kemerdekaan. Beliau mendedikasikan seluruh usianya untuk membebaskan rakyat Indonesia Timur dari belenggu kebodohan melalui jaringan madrasah Alkhairaat.
Di Maluku Utara, jejak dakwah beliau terpatri kuat. Berkeliling menyusuri pulau-pulau, merangkul para sultan, bangsawan, dan rakyat jelata untuk menanamkan pondasi adab, memperkuat tartil Al-Qur'an, dan melahirkan generasi berilmu di Bumi Kie Raha.
|
|
1934
M
Kedatangan dan Penyambutan di Ternate
Dermaga Tradisional & Keraton Ternate
Hubungan erat dengan para alim ulama dan tokoh masyarakat Ternate menyambut dakwah Guru Tua. Madrasah Alkhairaat didirikan di kawasan Kalumpang dan Santiong sebagai sentra pendidikan Islam berbasis keilmuan tasawuf dan syariah. |
|
|
1948
M
Pusat Kaderisasi Ulama di Kalumpang & Santiong
Kompleks Kalumpang & Santiong
Kompleks Kalumpang diresmikan sebagai benteng utama dakwah Alkhairaat di Maluku Utara. Di tempat ini para guru dididik dengan sanad tartil Quran, fiqih mazhab Syafi'i, dan akhlaqul karimah sebelum disebar ke pulau-pulau sekitarnya. |
|
|
1956
M
Ekspansi Pendidikan Antar-Pulau Kie Raha
Hiri, Moti, Tidore & Halmahera
Dengan perahu layar tradisional, Guru Tua mengunjungi murid-murid di Pulau Hiri, Moti, Tidore, hingga pesisir Halmahera Barat dan Selatan. Di tiap dermaga yang disinggahi, masyarakat antusias menyerahkan tanah wakaf untuk mendirikan madrasah. |
|
|
1968
– KINI
Perkembangan Hingga 25 Madrasah & Sekolah
8 Kecamatan Se-Kota Ternate
Kiprah ini terus bergulir hingga saat ini berbuah 25 institusi pendidikan di bawah naungan Komda Ternate, mendidik ribuan generasi muda berakhlak mulia. |
Penulis & Pemerhati Sejarah | Abnaul Khairaat
Foto lelaki bersorban dengan kacamata yang membingkai wajahnya yang teduh itu jamak ditemukan di rumah warga. Di bawah foto itu ada keterangan dalam bahasa Arab...
Direktur Eksekutif Institute for Democracy Education (IDe)
Di mana-mana di kolong langit ini, hanya sedikit orang yang mampu membaca tanda-tanda zaman sebagai kekuatan-kekuatan sosial-budaya yang sedang bekerja untuk me...
Profesor Antropolinguistik Universitas Khairun Ternate | Abnaul Khairaat
Bukti keulamaan dan ketokohan Sayyid Idrus Bin Salim Al-Jufrie atau yang biasa dikenal dengan Guru Tua terlihat dari upayanya untuk menyatukan pribadi, komunita...
Dosen IAIN Ternate | Wakil Sekretaris KOMDA Alkhairaat Ternate
Harta akan lenyap dan lenyap pula pemiliknya bersamanya,Sedangkan ilmu itu kekal dan para ilmuwan akan selalu dikenang dan diingat Baris kalimat di atas merup...
Sumber: Khazanah, Republika.co.id | Rep: Mohammad Akbar / Red: Chairul Akhmad
“Apa arti merdeka jika kita tidak bisa mendidik diri sendiri.” Sepenggal kalimat itu meluncur dari mulut Habib Idrus bin Salim Aljufri ketika Indonesia masih...
Masyarakat, alim ulama, dan sesepuh adat Ternate berkumpul menyambut kedatangan Guru Tua di pesisir selatan. Peristiwa ini melahirkan kesepakatan penyerahan tanah wakaf pertama dan peletakan dasar jaringan madrasah Alkhairaat di pulau rempah ini.
Majelis keilmuan fiqih mazhab Syafi'i dan sanad Al-Qur'an tartil bersama santri perintis di serambi madrasah utama.
Pemberkatan tanah wakaf madrasah Santiong bersama para tokoh masyarakat.
Pengutusan para pendidik muda merintis madrasah di Hiri dan Moti.